Seruan kepada Tentara Kinanah

Oleh: Prof. Saied Fadhl, Anggota Kantor Media Hizbut Tahrir di wilayah Mesir

Pada Senin malam (8/8/2022), Presiden Mesir menerima panggilan telepon dari Perdana Menteri Israel, Yair Lapid yang menyatakan penghargaan mendalam atas kesuksesan mediasi yang dilakukan Mesir di bawah komando Abdul Fatah As-Sisi selama beberapa hari terakhir. Di mana mediasi ini mencapai kesepakatan gencatan senjata serta kesepakatan untuk membangun dan memulihkan kedamaian di Jalur Gaza. Hal ini memperkuat peran Mesir sebagai pilar utama dalam stabilitas negara-negara Timur Tengah. Di samping itu, As-Sisi menunjukkan bahwa Mesir telah melakukan usaha secara kontinu dan juga fokus untuk menahan situasi lapangan, mencegah perluasan ruang lingkup konfrontasi, dan peningkatan aksi militer.

Kepresidenan Mesir menekankan urgensi untuk membangun stabilitas saat ini, dan untuk menghentikan segala upaya yang memicu ketegangan baik di Tepi Barat ataupun di Jalur Gaza. Kepresidenan Mesir juga menekankan urgensi mengambil langkah sigap untuk memperbaiki situasi masyarakat di Jalur Gaza demi mengurangi kekacauan di sana, serta mempercepat perbaikan hubungan ekonomi dengan otoritas Palestina sekaligus mendukung Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Presiden Mesir, Abdul Fattah As-Sisi pun menegaskan bahwa Mesir berusaha membangun kembali harapan rakyat Palestina dalam mencapai perdamaian yang diinginkan, juga dalam mencapai hak-hak mereka berdasarkan referensi internasional, yaitu keharusan mengakhiri kekerasan dan eskalasi berulang. Hal tersebut sebagai upaya membuka peluang untuk mencapai solusi, stabilitas, dan ketenangan sebagai persiapan untuk memulai perdamaian antara Palestina dan Yahudi, di mana hal itu akan mengubah realitas di seluruh kawasan. Dengan mediasi ini, delegasi Amerika untuk PBB berterima kasih kepada Mesir, Qatar, Yordania, dan semua pihak yang telah berkontribusi untuk mencapai gencatan senjata di Gaza (dilaporkan dari Sky News Arabia).

Ketika musuh (Yahudi) berterima kasih kepada pemimpin antek (Mesir), maka pasti antek tersebut tidak hanya melakukan peran yang diperintahkan, tetapi juga unggul dan sempurna dalam kinerjanya. Ini adalah realitas rezim Mesir dan pemimpinnya yang mendalami peran ke-antek-an mereka serta tunduk terhadap Amerika. Mereka juga tunduk pada keputusan dan kebijakan Amerika di Mesir dan di negara lain, demi memperluas pengaruh Amerika serta mengimplementasikan rencana, proyek, dan konspirasinya di wilayah tersebut, dengan mengorbankan negara dan bangsa kita yang terluka.

Sikap As-Sisi yang prioritas utamanya adalah menjaga Israel dan melayani proyek Amerika tentu tidak mengejutkan. Presiden Mesir ini melakukannya dengan sangat baik sampai ia berhak mendapatkan ucapan terima kasih dari Israel atas usahanya yang kontinu. Sebelum itu, Trump juga memuji As-Sisi atas kediktatorannya yang terbaik. Tentu kita tidak akan lupa dengan kesepakatan gas yang menghidupkan pundi-pundi uang Israel dan disambut oleh Netanyahu, mantan Perdana Menteri Israel.

Fakta yang paling mengejutkan adalah sikap tentara Kinanah yang mukhlis terhadap tindakan rezim dan pemimpinnya. Padahal, tindakan rezim tersebut sangatlah hina, tidak diakui adat, dan tidak dapat diterima oleh jiwa manusia, apalagi oleh jiwa muslim yang senantiasa rukuk dan sujud kepada Allah, membaca Al-Qur’an, serta memahami makna persaudaraan dan pertolongan terhadap orang yang tertindas dan lemah, terlebih jika orang-orang yang lemah itu adalah saudara seagama mereka yang harus ditolong dan dilindungi. Pun mengenai tanah Palestina yang diberkahi—di mana saudara seagama mereka dibunuh di atasnya—, merupakan tanah Islam dan tanah kharaj yang dimiliki oleh seluruh umat Islam, bukan hanya milik penduduk Gaza ataupun warga Palestina saja.

Kewajiban tentara Kinanah yang mukhlis bukanlah untuk taat pada penguasa antek. Bukan untuk mengiringi rencana mereka, serta bukan untuk menjalankan proyek Barat yang dikerjakan para antek. Akan tetapi, kewajiban yang ditetapkan syariatlah yang akan menjadi pertanggungjawaban mereka di hadapan Allah pada hari kiamat; pertanggungjawaban mereka tentang pembebasan Palestina beserta kesuciannya dari tangan Yahudi. Adapun mediasi antara penduduk Palestina dan Yahudi ini tidak lain merupakan pengokoh Yahudi di negeri-negeri Islam.

Wahai tentara Kinanah yang mukhlis! Sungguh, dosa membiarkan Palestina di bawah kuasa Yahudi ada di pundak kalian. Semua ini merupakan kejahatan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh rezim terhadap Palestina dan rakyatnya. Semua ini juga merupakan konspirasi rezim dengan entitas perampas (Yahudi). Sungguh, semua itu sangat memalukan untuk kalian, karena kalian menjalankan berbagai konspirasi di bawah kekuasaan bahkan perlindungan yang kalian berikan sendiri.

Sungguh Allah akan menanyai kalian, maka persiapkanlah jawabannya! Allah berfirman: “Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.” (QS Al-Anfal:72)

Kalian memiliki suri tauladan yang baik dari diri Rasululullah saw.. Ketika Amr bin Salim meminta pertolongan kepada Rasul, beliau pun berjanji kepadanya dan berkata, “Sungguh engkau telah ditolong wahai Amr bin Salim!” Kemudian Makkah pun ditaklukkan. Demikian juga pada kasus Al-Mu’tashim yang marah ketika tentara Romawi menangkap seorang wanita muslim, lalu ia pun menaklukkan Amuriyah. Atau kemarahan Shalahuddin Al-Ayyubi yang membuatnya membebaskan Masjid Al-Aqsha dan Negeri Syam.

Tapi sekarang, berapa banyak wanita muslim yang ditahan? Berapa banyak darah kaum muslimin yang tumpah tetapi tidak ada Mu’tashim ataupun Shalahuddin yang menyeru dan menggerakkan pasukan untuk membela mereka?

Wahai tentara Kinanah yang mukhlis! Kalian akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.. Kalian tidak memiliki alasan, dan yang akan kalian dapati hanyalah kemurkaan Allah yang akan mencabut rezim pengkhianat—yang mencegah kalian untuk mendukung rakyat Palestina dan mengembalikan kesucian dan kehormatan kalian dari bangsa Yahudi—ini!

Maka murkalah untuk Palestina dan lepaskan tali rezim penguasa ini dari leher kalian! Kemudian sambunglah dengan tali Allah dan tali hamba-hamba-Nya yang mukhlis, yang senantiasa salat siang dan malam serta selalu berdoa untuk menegakkan Khilafah Islamiyyah! Khilafah yang akan menyatukan umat dan menggerakkan tentaranya untuk membebaskan negeri-negeri kaum muslimin serta menolong orang-orang lemah di seluruh negeri kita, bukan di Palestina saja.

Saling berpegangan tanganlah kalian dan bantulah mereka! Semoga melalui kalian, Allah bukakan jalan sehingga Khilafah yang dikabarkan oleh Nabi saw. akan tegak. Ya Allah, segerakan tegaknya Khilafah, jadikanlah Mesir sebagai tempat berdirinya dan tentara Mesir sebagai penolongnya. Allahumma aamiin.

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (QS Al-Anfal:24)

Catatan: Judul asli artikel ini adalah “Wahai Tentara Kinanah yang Mukhlis! Sampai Kapan Kalian akan Taat kepada Para Antek Pelaku Konspirasi Barat?!”

 

Diterjemahkan dari Surat Kabar Al-Rayah edisi 404, terbit pada Rabu, 19 Muharam 1444 H/17 Agustus 2022 M

Klik di sini untuk mengakses sumber 

Visits: 15

Tags

Bagikan tulisan ini

Tulisan menarik lainnya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Category

Gabung Channel Telegram