Mengapa Uzbekistan Membeli Gas dari Rusia?

Oleh: Prof. Islam Abu Khalil, Uzbekistan

Pada Jumat (16-6-2023), dalam kerangka Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg/Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF), Kementerian Energi mengomentari kesepakatan impor gas Rusia ke Uzbekistan, dan peta jalur untuk menyiapkan sistem transmisi gas di negara kita dalam menerima pasokan gas ini. Menurut kementerian, telah disahkan perjanjian jual beli gas antara perusahaan Ozgaz Trade dan perusahaan Gazprom Export untuk jangka waktu dua tahun, yang ditandatangani oleh Menteri Energi Uzbekistan, G. Mirza Mahmodouv, dan Ketua Dewan Direksi Perusahaan Gazprom, A. Milyer secara andal. Kementerian juga menegaskan bahwa kontrak ini telah disiapkan berdasarkan persyaratan komersial penuh.

Pada November 2022, Vladimir Putin mengusulkan pendirian “Serikat Gas Trilateral Rusia, Kazakhstan, dan Uzbekistan”. Meski Kazakhstan belum menunjukkan perhatiannya terhadap usulan ini, akan tetapi ia mengatakan perlunya melihat akan hal tersebut.

Setelah itu, Putin berbicara dengan Mirziyoyev melalui telepon tentang serikat gas, namun posisi Uzbekistan dalam serikat ini belum diungkapkan. Walaupun Menteri Energi Uzbekistan, G. Mirza Mahmodouv, mengatakan bahwa, “Sesungguhnya Uzbekistan siap untuk menandatangani kontrak gas dengan Rusia, akan tetapi tidak bermaksud memasuki perserikatan gas.”

Tetapi kontrak yang ditandatangani pada Jumat (16-6-2023) lalu pada dasarnya serupa dengan penerapan Serikat Gas Tripartit secara praktis. Pasalnya, Rusia ingin mempergunakan serikat ini untuk menjual gas miliknya kepada Cina dan Eropa, juga mengambil alih kepemilikan jaringan transmisi gas di Uzbekistan dan Kazakhstan.

Maka, ketika tidak tercapainya rencana ini, Rusia mulai menggunakan metode perjanjian jangka pendek. Kontrak yang disahkan pada Jumat (16-6-2023) dalam kerangka SPIEF untuk jangka waktu dua tahun menyatakan bahwa mulai 10 Januari 2023, sejumlah 9 juta meter kubik gas alam akan diimpor setiap hari ke Uzbekistan.

Namun, peningkatan volume gas alam yang dikirim ke Uzbekistan, jumlah gas yang akan dijual kepada masyarakat Uzbekistan, serta jumlah yang akan dijual ke luar negeri ini dirahasiakan. Menteri Energi Uzbekistan telah menyatakan bahwa pembelian gas alam dari Rusia adalah salah satu langkah yang bertujuan untuk memenuhi sebagian permintaan tahunan konsumen gas yang meningkat di negara tersebut, dan permintaan agar melalui musim gugur dan musim dingin tanpa adanya masalah dan kerugian.

Dari sini, tampak bahwa pemerintah tidak bermaksud menyelesaikan krisis energi internal secara tuntas dengan membeli gas Rusia. Sebaliknya, Rusia mencoba menggunakan Uzbekistan sebagai mediator untuk menjual gas alamnya ke luar negeri, yaitu setelah kegagalannya menggertak Eropa dengan gas. Ia sekarang ingin memperluas ekspor gas dengan bersembunyi di balik Uzbekistan. Oleh karena itu, dalam kerangka peta jalur, serta perbaikan dan penggantian peralatan sistem transmisi gas Uzbekistan yang baru memiliki dua tujuan:

Yang pertama: Mengoperasikan stasiun pengisian bahan bakar untuk mengirimkan gas terkompresi ke Iran pada rute transit. Perundingan sempit dan luas yang dilakukan Presiden Mirziyoyev dengan Presiden Iran, Ibrahim Raisi, membahas kerja sama di bidang transportasi dan logistik sebagai isu utama. Perjanjian ini juga membuka peluang baru bagi Rusia untuk mengekspor gas dan minyak melalui Iran.

Yang kedua: Gas Rusia yang dipasok dan dikumpulkan ke Uzbekistan dengan arah berlawanan melalui pipa gas utama “Asia Tengah-Pusat” di kota Ghazli, wilayah Rumitan di negara bagian Bukhara. Kemudian mengekspornya ke luar negeri melalui Turkimenistan. Untuk mengimplementasikan rencana ini, tiga peralatan pompa gas akan diperbarui; 11 jenis peralatan pompa gas yang berbeda akan diperbaiki dan direformasi sepenuhnya; 22 km pipa gas utama baru akan dibangun; dan 56 km pipa gas akan diperbaiki.

Jika pemerintah Mirziyoyev berpihak pada rakyat seperti yang diklaimnya, mengapa ia memberikan ladang gas negara itu kepada perusahaan Rusia seperti Lukoil dan Gazprom? Mengapa mereka mencoba untuk menjustifikasi pembelian gas Rusia dengan harga pasar di wilayah tersebut dalam lingkup perjanjian apa pun? Mungkin, ada yang mengatakan bahwa volume gas yang dihasilkan saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sepenuhnya.

Namun, kontrol cadangan gas Uzbekistan, baik itu eksplorasi, pengeboran, produksi, dan transportasi, semuanya diberikan kepada perusahaan Rusia pada tahun 2004 dan 2007 berdasarkan kontrak jangka panjang. Misalnya, tambang Shakhbakhti, grup tambang Kandim, tambang Hisar Barat Daya, tambang Istiklal berusia 25 tahun di wilayah Surkhandarya, dan tambang Gil di Qaraqol, Pakistan. Semua tambang ini diberikan kepada perusahaan Rusia Lukoil dan Gazprom berdasarkan kontrak jangka panjang. Dari kontrak tersebut, hanya kontrak tambang “25 Tahun Kemerdekaan” yang menunjukkan bahwa pangsa Uzbekistan berkisar antara 55% hingga 80%.

Faktanya, Uzbekistan harus mengoperasikan tambang ini melalui perusahaan nasional maupun lokal, dan menyediakan cadangan ini kepada penduduk secara gratis untuk memenuhi kebutuhan mereka, karena Uzbekistan memiliki cadangan gas yang bisa di sediakan untuk penduduknya tanpa bergantung kepada negara mana pun.

Selain itu, gas ini seharusnya merupakan kepemilikan umum dan tidak boleh diprivatisasi. Sebagaimana sabda Rasullah saw., “Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal: padang rumput, air, dan api.”

Tampaknya pemerintah Uzbekistan tidak peduli sama sekali terhadap tragedi anak-anak yang kedinginan dan sakit; pasien yang terinfeksi dengan penyakit berbahaya dan membutuhkan perawatan; pasien yang meninggal di rumah sakit karena kecacatan; juga orang tua yang menderita karena kekurangan gas dan listrik di rumah mereka. Perjanjian-perjanjian yang disahkan dengan arahan dari para penjajah tersebut tidak hanya menghambat pasokan gas, tapi juga listrik untuk rakyat kita. Insiden yang terjadi di wilayah tersebut pada musim dingin 2020-2021, merupakan konfirmasi yang gamblang akan hal ini. Sayangnya, selama mentalitas budak terus berkuasa, yang menggangap bahwa kontak semacam ini dengan negara-negara kolonial (seperti Rusia) bersifat komersial dan tidak memalukan, maka rakyat kita akan terus diperlakukan dengan terhina.

Kesimpulannya, perlu dicatat bahwa berdasarkan kontrak jangka panjang dan jangka pendek, Rusia ingin mengontrol lebih ketat pada sektor gas yang menjadi tulang punggung sistem energi di Uzbekistan. Karena permasalahan ini memainkan peran yang sangat penting bagi Rusia dalam mempertahankan pengaruh politik di Uzbekistan dan teritorial, karena energi merupakan sumber kehidupan ekonomi, maka akan berdampak langsung pada ekonomi negara kemudian pada kebijakan politiknya. Oleh karena itu, kontrak semacam ini mempengaruhi internal dan eksternal negara kita. Begitu pun perjanjian komersial yang dilakukan tanpa memperhatikan kepentingan rakyat, harus dibatalkan secara mutlak.

Namun, sistem demokrasi yang menjadi dasar Uzbekistan dan hukum internasional modern tidak membiarkan penyelesaian radikal seperti ini. Sebaliknya, mereka menyelesaikan perselisihan demi kepentingan negara-negara kolonial melalui pengadilan arbitrase internasional.

Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk membebaskan diri kita dari cengkeraman negara-negara besar yang telah merebut sumber daya alam kita dan tidak mengizinkan kita untuk menggunakannya secara bebas adalah dengan meninggalkan demokrasi kapitalis, membersihkannya dari kehidupan kita, dan berjuang untuk menerapkan sistem Islam. Karena semua cara lain hanya akan mengubah negara kita menjadi negara miskin di bawah kendali Rusia, Cina, dan Barat.

Islam sebagaimana yang diwahyukan oleh Allah telah menetapkan sumber daya alam (yang di dalam perut bumi; barang tambang) dan superfisial (yang di permukaan bumi) sebagai milik umum.

Rasulullah saw. bersabda, “Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal: padang rumput, air, dan api.”

Akar sebenarnya dari kesulitan ekonomi dan berbagai masalah kehidupan saat ini adalah fakta bahwa kita tidak hidup sesuai dengan ketentuan Pencipta kita, Allah Swt..

Allah berfirman, “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thaha: 124) [KZ/RA]

Diterjemahkan dari Surat Kabar Al-Rayah edisi 454, terbit pada Rabu, 15 Muharram 1445 H/2 Agustus 2023 M

Klik di sini untuk mengakses sumber

 

 

Visits: 10

Tags

Bagikan tulisan ini

Tulisan menarik lainnya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Category

Gabung Channel Telegram