Amerika Mengeksploitasi Dunia Guna Menjaga Hegemoni Internasionalnya


Pasca runtuhnya Uni Soviet, Amerika Serikat benar-benar menduduki posisi hegemoni skala internasional tanpa pesaing yang berarti. AS pun mengendalikan dunia dengan tangan besinya demi kepentingan politik dan imperialismenya. Selain itu, AS juga mengendalikan ekonomi seluruh dunia, melalui praktik pemerasan, perampokan terorganisir dan tidak terorganisir, pemboikotan, perang dagang, dominasi ekonomi, maupun cara keji lainnya yang menunjukkan hegemoni, kekuasaan dan semi-eksklusivitasnya. Kalaupun AS bekerja sama dengan beberapa negara lain dalam aktivitas politik dan ekonomi (pemerasan, perampokan dan dominasi), sesungguhnya kerjasama tersebut hanya sebagian remah-remah kecil, untuk memanfaatkan mereka dalam memperoleh yang lebih banyak lagi.


Dapat dikatakan secara sederhana, bahwa Amerika telah benar-benar menjadi kejahatan yang menyebar dan melahap dunia dengan apinya, dengan peperangan yang ia sulut di sana-sini. Amerikalah penanggung jawab utama atas kemalangan-kemalangan yang menimpa dunia, kefakiran, para tunawisma, dan tenggelamnya ribuan pengungsi yang terusir dari rumah-rumah mereka, baik itu melalui jalur laut, dataran, maupun gurun. Penjahat raksasa yang keji ini tidak merasa puas hanya dengan takhta, intimidasi dan dominasi, tapi juga mengeksploitasi, memimpin berbagai konspirasi internasional serta berbagai praktik bisnis kotor, demi mempertahankan hegemoni eksklusifnya; agar ia tidak turun dari takhtanya dalam praktik kejahatan terorisme dan dominasinya terhadap dunia. Maka aktivitas politik dan ekonomi apakah yang AS lakukan guna menjaga kekuasaan atas ekonomi juga kekuasaan atas negara-negara jajahan baik yang kecil maupun besar? Aktivitas politik sangatlah tampak realitanya dan sangat terasa dampaknya. Aktivitas itu juga sangat beragam dan terus berkembang bahkan tidak terbatas, diantaranya:
Perang terhadap Islam politik, baik itu secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi untuk mencegah diterapkannya Islam kaffah di muka bumi. Khususnya setelah terbongkarnya siapa saja politisi yang menjadi antek AS dan terbukanya cela serta cacat mereka, juga setelah runtuhnya pemikiran ekonomi kapitalisme serta berbagai perubahan dan penyimpangan pada banyak ide dasarnya.

Amerika membuat segala makar baik skala internasional maupun regional, dan memicu peperangan disana-sini; demi mempertahankan hegemoninya dan melakukan intervensi secara politik. Kemudian memposisikan dirinya sebagai bapak perdamaian dunia, mensponsori berbagai perjanjian internasional dan regional, juga menanam tipu daya dan huru-hara internasional, yang terkadang bahkan negara besar pun tidak sanggup selamat darinya. Sebagai contoh, provokasi yang AS lakukan di tengah pertikaian Korea Utara dan Korea Selatan dalam rangka menjaga hegemoninya di wilayah Laut Cina Selatan, dan yang ia lakukan terhadap Iran dan wilayah teluk, serta makar yang dia lakukan terhadap Syam baik skala internasional maupun regional.

Perang perdagangan dan membangkitkan permasalahan ekonomi bagi beberapa negara, demi melanggengkan hegemoni ekonominya. Perang perdagangan merupakan salah satu senjata Amerika yang telah dan masih dia gunakan hingga saat ini terhadap berbagai negara. Seperti mewajibkan bea cukai pada beberapa barang dan jasa yang masuk ke pasar Amerika, meningkatkan suku bunga pada bank-bank AS untuk mendatangkan modal asing, dan mempengaruhi tinggi dan rendahnya harga minyak bumi.

Kebijakan penjarahan, perampasan SDA serta harta berbagai bangsa, mengendalikan perekonomian dan perdagangan atas negaranya, melalui antek politiknya, atau perusahaan raksasa transnasional, atau melalui transaksi perdagangan senjata palsu bernilai miliaran dolar, yang dibayarkan oleh negara klien atas transaksi perdagangan yang tidak ada gunanya.

Menghantam setiap persatuan antar negara beserta upayanya, baik itu yang besar maupun yang kecil, memecah belah negara-negara di dunia Islam. Contohnya apa yang hari ini AS lakukan dalam rangka memecah belah Uni Eropa dengan berbagai cara, baik itu dalam hal politik maupun ekonomi.

Upaya mempertentangkan Rusia dan Cina dan memanfaatkan keduanya, sebagai negara adidaya di berbagai negara atau bahkan di dalam negaranya sendiri, dengan rayuan ataupun ancaman. Seperti yang terjadi pada Rusia dalam perangnya melawan Ukraina, juga intervensinya terhadap peperangan bumi Syam, dan memeras mereka secara politik dan militer di tengah kebuntuan politik yang mereka (pen. Syam) alami. Juga kebijakannya terhadap Cina dengan memprovokasi krisis Korea, atau melalui politik kepentingan bisnis bersama, serta hak istimewa perdagangan yang membedakannya dari Uni Eropa.

Memeras dunia secara ekonomi dengan mengendalikan dolar, seperti yang diketahui dolar merupakan surat kredit (letter of credit,أو الاعتماد المستندي الغطاء النقدي) hampir bagi seluruh mata uang di dunia, juga sebagai cadangan global di sebagian besar negara di dunia, bahkan di beberapa negara Uni Eropa. Melalui dolar inilah AS bisa melakukan sebagian besar kendali dan pemerasan ekonomi, baik dengan menyelamatkan defisit anggaran yang besar atau hutang yang besar baik internal maupun eksternal, atau mengatasi inflasi, dan masalah ekonomi besar lainnya yang dihadapi AS hari ini.

Amerika memaksakan kebijakan untuk mengendalikan perdagangan dan pasar global; khususnya pada komoditas vital. Maka, mayoritas komoditas vital yang memberikan keuntungan berlimpah dan istimewa akan AS monopoli dari berbagai negara, juga memonopoli pasarnya, khususnya perdagangan senjata dalam segala variasinya begitu juga barang-barang elektronik komunikasi. Perdagangan komoditas ini mengucurkan keuntungan miliaran dolar bagi AS dan menopang perusahaan-perusahaan besar di dalam negeri untuk kemudian membantu AS memperluas hegemoni globalnya.

Apa yang AS lakukan dalam kontrol dan spekulasi, pada sektor minyak bumi, emas dan suku bunga. Minyak bumi merupakan komoditas vital yang sangat dibutuhkan negara industri, sementara mayoritas negara produsen minyak bumi khususnya di dunia ketiga adalah negara yang AS jajah secara politis, yang mana ia berlakukan kebijakan seputar produksi dan ekspor. Selain itu juga memberlakukan sanksi secara ekonomis di belahan negara lainnya, guna mencegah ekspor sebagaimana yang kita lihat hari ini di bumi Iran.

Mempertahankan keunggulannya di bidang militer dan volume produksi yang besar pada barang dan jasa. Seperti yang kita ketahui AS lebih unggul dari negara-negara dunia dalam sektor persenjataan dan kapal perang raksasa lintas samudera, juga pangkalan militer darat maupun laut secara merata. AS juga unggul dalam Star War dan invasi luar angkasa. AS juga memimpin dunia dalam jumlah dan ragam produksi.

Inilah perkara dan sektor terpenting yang membantu kelanggengan hegemoni AS juga kontrolnya terhadap perpolitikan dunia, bahkan negara-negara besar sekalipun. Seperti halnya Uni Eropa, Cina, Rusia, dan Jepang. Hingga hari ini belum ada pesaing nyata bagi negara adidaya dan raksasa ekonomi ini, kecuali beberapa pihak yang cukup berpengaruh:

Uni Eropa: sebagaimana yang kita lihat dan saksikan seputar aktivitas dan posisinya di kancah internasional manapun. Jelas bahwa status Uni Eropa tidak memiliki posisi yang menyatukan pada isu-isu internasional sebagai satu kesatuan, satu tujuan dan satu pandangan. Selain itu dia juga tidak memiliki pengaruh berarti dalam berbagai sektor yang AS tantang, contoh: tarif bea cukai yang AS berlakukan terhadap beberapa komoditas impor yang AS terima dari Uni Eropa, atau pemboikotan dan sanksi Amerika terhadap sebagian negara, tidak sesuai dengan keinginan Uni Eropa sebagaimana yang terjadi di Iran, Turki yang mana malah memberikan kerugian besar bagi Uni Eropa kisaran miliaran dolar. Maka Eropa sendiri bukanlah lawan yang sebanding dalam menghadapi Amerika baik dalam masalah ekonomi maupun politik.

Adapun Rusia, sebagaimana yang kita singgung sebelumnya setelah runtuhnya Uni Soviet ekonomi Rusia pun melemah. Rusia tidak mampu lagi membuat senjata nuklir, tidak juga melawan negara di sekitarnya sebagaimana di masa Uni Soviet masih eksis. Bahkan ekonomi regionalnya tidak bisa tegak. Ketika harga minyak bumi turun, Rusia menghadapi defisit anggaran yang besar, karena ia tidak bergantung pada komoditas vital lainnya seperti ekspor senjata, atau kontrol terhadap roda ekonomi dunia, sebagaimana yang AS lakukan melalui dolar. Rusia juga tidak memiliki produksi yang layak bersaing di pasar-pasar sebagaimana Cina saat ini.

Adapun Cina, meskipun cakupan ekonominya luas dan terhitung mampu bersaing dalam perdaganagan dan produksi internasional, tapi ia lemah di dalam dan di sekitar negaranya. Cina tidak memiliki ambisi di luar wilayah dan sekitar wilayahnya. Ia juga tidak melakukan intervensi dalam permasalahan internasional maupun konflik regional di luar wilayah sekitarnya. Namun dalam saat yang sama, Cina memiliki kepentingan ekonomi vital dengan AS, baik itu di dalam negara Cina pada perusahaan dan institusi transnasional Amerika maupun di dalam negara AS dari sisi ekspor ke pasar-pasar AS. Selain itu, Cina juga tidak memiliki senjata mata uang internasional sebagaimana AS, meskipun dia memiliki simpanan dolar yang berlimpah sekitar lebih dari 3 triliun (mayoritasnya obligasi yang diterbitkan Bank Federal AS). Oleh karenanya, Cina rentan terhadap masalah apapun yang terjadi antar dirinya dan Amerika. Hal ini nampak sekali di polemik Korea. Kita lihat bagaimana Cina menjadi wasit yang meredam konflik Korea dan mendorongnya untuk berdamai dengan AS, sehingga mengabaikan banyak aspek.

Inilah negara-negara yang cukup berpengaruh di kancah perpolitikan dunia, sekaligus berpotensi mengubah konstelasi internasional. Akan tetapi mereka di hadapan kuasa AS tetaplah lemah dan tidak berpengaruh secara signifikan. AS malah memanfaatkan mereka di berbagai sektor guna kepentingannya semata. Sebagaimana yang terjadi di Syam, Korea, juga pertikaian Timur Tengah, di Palestina, Iran, dan Turki baik yang berskala regional ataupun internasional.

Oleh karenanya, mungkin saja kita katakan bahwa hegemoni AS dan adidaya tunggalnya masih berdiri tegak. Fakta itu semakin menguat dengan adanya siasat AS dalam hal politik, ekonomi maupun lainnya, dan dalam waktu dekat-dekat ini, tampaknya tidak ada satupun yang mampu menumbangkan eksklusivitas dan hegemoninya, hanya saja situasi dan kondisi tidak selalu sama. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, memuliakan dan menghinakan siapapun yang dikehendakiNya, juga meninggikan sebagian hambaNya untuk kemudian merendahkan yang lainnya.


قُلِ ٱللَّهُمَّ مَلٰك ٱلمۡلۡكِ تؤُتِ ٱلمۡلۡكَ مَن تشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تشَآءُ وَتذُلُّ مَن تشَاءُٓ بيِدِكَ ٱلخۡيۡرُ إنِكَّ عَلىَٰ كُلّ شَيۡء قد يَر

Fir’aun telah berkata kepada kaumnya أنا ربكم الأعلى﴾ ﴿ dan ﴾ ﴿ما علمت لكم من إله غيري dan dengan seketika Fir’aun dan tentaranya dilahap oleh laut di waktu antara malam dan dhuha. Kuasa dan takhtanya diwariskan pada kaum yang sebelumnya masih berstatus sosial hamba sahaya yang anak laki-lakinya disembelih dan perempuan-perempuannya dibiarkan hidup.

Dan hakikatnya, AS berdiri diatas fondasi yang lemah. AS mungkin saja menghadapi konflik dalam dan luar negeri yang membuatnya turun dari singgasana superioritas yang dimilikinya, yang dengannnya ia berlaku sewenang-wenang. Atau dengannya ia jatuhkan suatu bangsa, ia habisi agar tercincang-cincang menjadi banyak negara besar dan kecil, sebagaiamana yang terjadi pada Uni Soviet.

Hal-hal yang mungkin menyebabkan turunnya AS dari singgasana keagungannya dan membuatnya terpecah belah dalam waktu dekat adalah sebagi berikut ini:
Terjadinya guncangan ekonomi yang kuat dalam regional AS. Perekonomian AS berdiri atas fondasi yang lemah, dan menderita krisis hebat berturut-turut. Mungkin saja terjadi kehancuran yang luas dan dramatis di setiap waktu. Hal tersebut sudah disebutkan oleh berbagai pengamat ekonomi. Andaikata terjadi guncangan ekonomi yang kuat dari internal AS, maka akan mengakibatkan malapetaka bagi AS dan dunia, dan akan menyebabkan disintegrasi Amerika menjadi 50 negara seperti yang terjadi pada Uni Soviet.

Perpecahan antar warga AS, baik itu antar ras kulit hitam dan putih, antara pendatang dan pribumi, antara si kaya dan si miskin dari kelas pekerja, ataupun antara wilayah AS yang terbilang kaya dan miskin. Benih-benih perpecahan berada pada masyarkat AS dan bisa jadi terjadi hal tertentu yang menyulut perkara ini, contohnya goncangan ekonomi, atau persaingan antar dua partai besar, atau hal lainnya yang bisa memicu meledaknya bom waktu di tengah masyarakat AS ini.

Munculnya lawan hakiki bagi ideologi AS. Hal ini tidak mungkin dijumpai kecuali dengan adanya negara Islam, yang mungkin saja berdiri kapanpun di dunia Islam. Dia menyatukan lebih dari satu setengah milyar jiwa di bawah Liwa’-nya. Dan inilah yang paling ditakuti oleh AS hari ini. Maka dari itu, AS lakukan segala upaya untuk menghalau terjadinya hal tersebut dalam realita. Upaya ini dilakukan dari segala sisi dan dengan berbagai siasat yang mungkin dilakukan. Akan tetapi dari fakta yang ada disertai bergulirnya peristiwa-peristiwa, baik itu skala internasional maupun regional terlihat sekali adanya tanda akan berdirinya negara Islam dalam waktu dekat. Dalam taraf regional, rakyat sudah muak dengan sistem pemerintahan yang bobrok, baik dari segi keamanan, moral juga administrasi. Dalam berbagai taraf, bangsa-bangsa mulai menuntut turunnya kepemimpinan sepanjang siang dan malam. Dan dalam satu waktu menuntut berdirinya negara baru yang berdiri di atas UUD dan peraturan Islam. Revolusi yang terjadi dan suara-suara rakyat di dalamnya adalah bukti terbesarnya.

Adapun dalam taraf internasional, maka ideologi-ideologi internasional yang ada di antaranya ada yang hancur dan jatuh dan ditolak oleh masyarakat. Ada juga yang ditolak dan dibenci kemudian hancur pula sebagian besar fondasi pemikirannya, sebagaimana kapitalisme yang telah menjadi kosong dari prinsip-prinsip dasar utama yang ia berdiri di atasnya, terutama dalam hal ekonomi, karena pemikiran kapitalisme yang paling menonjol, maka ideologi itu disebut demikian. Saya mengatakan hal ini bukan sekedar atas dasar perubahan dalam sistem dan ketentuan pasar bebas, juga hukum-hukum yang dibuat guna menyelamatkan perusahaan-perusahaan yang kolaps dengan mengorbankan makanan pokok rakyat dan sesuap makanan orang-orang fakir atas nama pajak, melainkan juga seruan rakyat yang terjadi di seribu kota negara-negara kapitalis ternama di dunia. Mereka menuntut diruntuhkannya sistem, dan dihancurkannya pusat-pusat perekonomian di Wall-Street dan lain sebagainya. Juga fenomena yang terjadi di dunia kapitalisme, yaitu adanya puluhan ribu jiwa yang memeluk Islam setiap tahunnya. Khususnya AS, terdapat lebih dari 20.000 orang yang mengumumkan keislamannya, dan berlepas diri dari sistem kapitalisme dan agama kristennya. Ini dikutip dari statistik kantor federal AS.

AS hari ini mengeksploitasi dunia secara keseluruhan, dan menyusupkan demokrasi palsu dengan mendorong antek-antek mereka untuk melakukan penindasan, kezaliman dan kekerasan, juga merekayasa berbagai peperangan disana-sini dan menyulut fitnah serta kekejian di berbagai penjuru dunia. Semua itu guna kelanggengan hegemoni internasional AS. Hal ini tidak aneh bagi AS selaku pemimpin kapitalisme. Ini merupakan tabiat ideologi kapitalisme dalam taraf industri, individu maupun negara. Dia merupakan sistem pertikaian, persaingan dan konflik berdarah demi kepentingan. Bukti terbesar adalah perang dunia pertama dan kedua demi kepentingan, kekuasaan dan kecintannya terhadap dirinya sendiri, melayanglah jutaan nyawa manusia juga banyaknya negara yang hancur lebur. Serta yang AS lakukan terhadap Uni Soviet melalui 50 tahun kebijakan penghancuran ekonomi yang berkelanjutan sampai luluh lantak dan terpecah menjadi banyak negara besar dan kecil lalu menjadikannya tidak berdaya sebagaimana negara yang lainnya.

Sesungguhnya AS terus berjuang, berstrategi, dan melakukan segala hal yang terlarang, membuat makar siang dan malam, semua itu guna kelanggengan hegemoninya terhadap dunia dan mengeksploitasi, merampas SDA-nya, memperbudak penduduknya secara politik dan ekonomi. Namun, kehendak Allah jauh diatas kehendak AS. Sebagaimana mundurnya ideologi kapitalisme AS secara pemikiran, dia juga akan hancur baik itu melalui salah satu sebab yang sudah kita singgung sebelumnya ataupun sebab lainnya sesuai dengan rencanaNya.
وَلله جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ و الأرض وَكَنَ ٱلَّلُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Maka kami memohon kepadaNya Yang Maha Agung agar membebaskan dunia dari kejahatannya peperangannya melawan Allah dan RasulNya.

قد مكر الذين من قبلهم فأتى الله بنينهم على القواعد فخر عليهم السقف من فوقهم وأتىهم الله العذاب من حيث لا يشعرون

Maha benar Allah Yang Maha Agung, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

(Sumber: Al-Wa’ie)

Hits: 1

Tags

Bagikan tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code